~hlovatalk:penglipurlara~

   

<< February 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28

~BLOG TROTTER~

.:~hlovate's cerita~:.

~hlovate's hikayat~

~hlovatulis~

~hlovatalk~


~FAQs~

~~a moment~~




creep~street symphony

"...antara Fender dan warna-warna...
...antara muzik jalanan dan jalan cari Tuhan...
...ini cerita orang-orang itu...
....ini cerita masa lalu..."
|i||ii||iii||iv||v||end|
rooftop rant

"...lontarkan...
...kalau tidak ia meracun...
...kongsikan...
....walau hanya pada awan-awan..."


anthem

"...everybody has a past...
...everybody lives a present...
...everybody deserves a future...
...that was I and this is me..."
|prolog||1||2||3||4i||4ii||5||6||7||8||9||10||11i||11ii|
|12i||12ii||13||14||15||16i||16ii|

VERSUS
"....Minn..AO...and the sun....
....the past vs the present...
...skate and the street...changes and turning points in life....
...everything is under His will....."


Ked's Story
...Ked...Hadiah...Nawal...a lady....a romeo...a skater...
.....Florida-Virginia....
....everything is okay in the end.if it's not okay, then it's not the end....

GT_i~Trilogy

GreaTroubleMaker_i
"....heyday of the honeymoon year...
...Form4,Kolej Tunas...
....Addin and the GT_i....."

GreaTroubleMaker[i'm a senior]
".....enter the SPM year...aarrrggghhh....
.....budak jenayah bertemu buku dengan rak bukunya....
.....ice vs ice...ferum vs aluminium....
...Addin Shah vs Benz Alif...."

GT_i[i'm outta teens]
".....i want to have nothing to do with him..."
"...knowing a Didi and an Addin..."
"...changes of equation...
from Addin Shah vs Benz Alif=Didi+Benji..."


5tahun5bulan
".....a Plain Jane's diary....
....growing up and learnin ain't easy...
...not another mere fuzzy-mushy entries...
...antara Sultan Mansur,Jebat dan Hang Li Po,it's just part of the story...."


Schubert's Serenade
"...kasih sayang...
...ada di mana-mana...
...untuk semua...
....untuk sesiapa je yang mencari..."


web statistics

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, February 25, 2006
Anthem~Past_9

         "Aaahh.." Mata Dash bersinar. "Fender Acoustic!"

 

          Pojie,Jaff dan Aiman mengalih pandang. "Heya,girl."

 

          Dash sengih.Dia melompat duduk di atas birai stage Panggung Sari Istana Budaya di sebelah Pojie. "Siapa punya?"

 

          "Aku."

 

          "Pinjam kejap." Dash sengih.Dia memandang Jaff yang turut memegang gitar kapok. "Tu kau punya?"

 

          Angguk.

 

          "Kau reti main ke,Dash?" Pojie bertanya dalam ketawa sambil menghulur Fender di tangan.

 

          Sengih ceria dan sinar matanya masih tak padam. ""Tak pandai sangat.Tapi kira aci redah je la." Dia memandang Jaff. "Jaff,duo dengan aku."

 

          "Kau nak main lagu apa?"

 

          Dash merenung kosong ke arah deretan kerusi kosong di hadapannya dengan bibir menarik senyum nipis segaris.Jarinya mula mencari posisi untuk chord.Guitar-pick di celah ibu jari dan telunjuk kanan memetik tali gitar menguji tune. "Bob Marley's No Woman No Cry?" Dia mengangkat kening merenung Jaff .Guitar-pick terus berlari menggetarkan strings. "Revamped!"

 

No, no man, no cry;
No, no man, no cry;
No, no man, no cry;
No, no man, no cry.

 

          Suaranya jelas terang melagukan baris-baris lagu Bob Marley itu.Bulat mata Pojie dan Aiman mendengar lagu baru versi Dash.Jaff yang automatik memainkan chord lagu hanya ketawa kecil.

 

          "Way to go,girl." Jaff sengih.

 

          Dash hanya angkat kening double-jerk sambil terus menyanyi dengan riak selamba.


Said - said - said: I remember when we used to sit
In the government yard in Trenchtown,
Oba - obaserving the 'ypocrites
As they would mingle with the good people we meet.
Good friends we have, oh, good friends we've lost
Along the way.
In this great future, you can't forget your past;
So dry your tears, I seh.

 

          Pojie,Jaff,dan Aiman turut pitch-in menyanyi melagukan korus.Kepala-kepala mula berpaling melihat gig unplugged itu.Lee yang sedang berbicara sesuatu dengan Cikgu Yusman;Assistant Conductor konsert berpaling.Mencerun matanya melihat Dash yang santai duduk berjuntai kaki di birai stage.Tangannya masih berlari di tali gitar dan suaranya jelas menyanyi.


No, no man, no cry;
No, no man, no cry.
'Ere, little darlin', don't shed no tears:
No, no man, no cry.

 

          Dash menjeling kumpulan budak perempuan di line sebelah kiri auditorium Istana Budaya yang sedang memandangnya sambil berbisik sesama sendiri. Angakatan SOG~Sissy-Overdose Girls.Bebudak lembik.Girlish semacam.Ahaha..The Soggies then.Dia senyum sumbing dalam menyanyi bila nama ciptaannya untuk clique Tia itu melintas kepala.Apa tengok-tengok?Don't mess,agar-agar!


Said - said - said: I remember when-a we used to sit
In the government yard in Trenchtown.
And then Georgie would make the fire lights,
As it was logwood burnin' through the nights.
Then we would cook cornmeal porridge,
Of which I'll share with you;
My feet is my only carriage,
So I've got to push on through.
But while I'm gone, I mean:

 

          Teringat masa jam lagu nie dengan Craig,Kevin,dan Andrea.Riak wajahnya berubah lembut bila mengingat kenangan di AES,di Chayaknapuri..Duduk di porch merenung sunset.Menyanyi apa saja.Kalau ada gitar,serah pada Craig and Kevin.Kalau Craig datang lepak bawak harmonica,layan jugak.Atau kadang-kadang tak menyanyi,tak bercakap apa.Sekadar merenung Chayaknapuri yang bermandi golden syrup ketika matahari ditelan senja.Tapi kat Malaysia nie...

         
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
I said, everything's gonna be all right-a!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right, now!
Everything's gonna be all right!
So, no man, no cry;
No - no, no man – no man, no cry.
Woman, little sister, don't shed no tears;
No, no man, no cry.

          Pandangannya masih tak berganjak dari laman wajah gadis itu.Dash masih lepak dan santai.Pandangan stage-crew Istana Budaya yang sedang membetulkan mic dan susunan pentas serta backdrop dibuat tak endah.Juga pandangan peserta-peserta konsert lain yang mula memasuki ruang pentas dari arah backstage selepas siap lunch.Lee menggeleng perlahan dalam senyum tawar.Terasa ingin dimarah ditegur anak buahnya buat scene tengah-tengah Panggung Sari Istana Budaya. Namun buat pertama kalinya dia melihat riak wajah gadis itu benar-benar memancar sinar ceria dengan mata bercahaya.Pandangannya kini menala ke seluruh ruang auditorium dari box,turun ke seat,dan backstage.Nasib baik Encik Hamzah Adnan JPN tak ada,Tuan Haji Adi Badiuzzaman Tuah KPM pun tak masuk lagi.Mau terkujat diorang tengok anak dara ala gothic sorang nie.

 

I remember when we used to sit

 

          On the porch.


In the government yard in Trenchtown.

 

          Diplomats' planet of Delhi.


And then Georgie would make the fire lights,
As it was logwood burnin' through the nights.

 

          Watching the sunset.


Then we would cook cornmeal porridge,
Of which I'll share with you;

 

          Yang tak jumpa lagi gantinya di sini.


My feet is my only carriage,
So I've got to push on through.

 

          Alone.


But while I'm gone:
No, no man, no cry;
No, no man, no cry.

 

          Don't cry Dania.


Woman, little darlin', say don't shed no tears;
No, no man, no cry.
Eh! Little darlin', don't shed no tears!
No, no man, no cry.

 

          Die now,Josh.


Little sister, don't shed no tears!

 

          "Yeah!" Pojie dan Aiman serentak bertepuk tangan sebaik sahaja lagu tamat.

 

          Dash sekadar mengukir sengih.

 

          "Give me five,girl." Jaff angkat kening double-jerk sambil mengangkat tangan kanan.

 

          Dash turut mengangkat tangan kanan dengan sengih di bibir masih tak cair.Selepas hi-five baru terasa diri seolah dipandang.Alamak!Darah terasa tersirap.This doesn't feel too good.Teragak-agak dia berpaling memandang ke tengah stage.Pandangan Lee yang mencerun merenungnya masih tidak berganjak.

 

          I'm dead.

 

          ***

 

          "Students,off balik bilik." Cikgu Yusman memberi arahan.Latihan untuk malam itu tamat juga akhirnya selepas full-rehearsal tiga round sejak lepas dinner. "Duo." Dia berpaling ke arah seat concert master strings dan partnernya. "Stay-back."

 

          Dash yang baru meletak case violin ke riba jatuh rahang.Stay-what?!Aku nak tido!Dah dekat 10.30 dah nie!

 

          "Don't make that facial expression too obvious." Lee bersuara rendah sambil tunduk kembali membuka music stand.

 

          "Nak balik...." Dash tarik muka sambil memandang Lee. "Nak sleep..Penat.." Dia merengus kasar.

 

          "Be a good girl,Dania." Suara Lee bergetar warning. "We make it good,then kita habis cepat,lepas tu naik pergi sleep." Music stand di tangan kini tertegak kembali.

 

          Ahli-ahli konsert lain mula keluar dari ballroom Grand Continental Hotel itu menuju ke banquet hall untuk supper.Dan lepas tu tidur.Ngaaa!!!Dash masih dengan muka kelat.Lapar!!Nak makan!!Nak tido!!!Dia hanya merenung ke pintu keluar dengan sambil menggigit bibir bawah.Tiba-tiba terperasan angkatan Soggies yang menghantarnya jelingan maut sebelum melangkah keluar.Dash buat muka sambil menjulingkan mata.Apa korang ingat aku nak sangat ke stay-back practice duo dengan the so-called-Mr.Perfect-but-there-are-more-evil-than-what-meet-the-eyes nie? Sanggup aku tukar given any time.Heh!

 

          "Dania!"

 

          Huh? "Kemende?!" Refleks dia bertanya kasar sambil mengalih pandangan ke wajah Lee di sebelah.

 

          Riak wajah Lee sedikit berubah sebelum pandangannya mencerun.

 

          Dash menelan liur.Cepat-cepat dia menurunkan pandangan pada sneakers di kaki.Mati aku kena tikam dengan bow  violin karang. "Sorry." Perlahan dia menggumam. "Lapar...ngantuk...penat.." Sambungnya rendah.Hujung sneakers tanpa arah menendang-nendang music stand.Tak kisah la nak kena marah pun. Lapar...penat...I have one concrete reason to be grumpy and cranky apa...

 

          Pandangan Lee berubah lembut.Dia melepas nafas perlahan. "Cepat bawak keluar violin tu.Cikgu Yusman dah panggil.Kita start cepat,habis cepat."

 

          Dash hanya mengangguk tanpa mengangkat muka.Tanpa sepatah kata violin kembali dibawa keluar dari case.

 

          ***

 

          Romance for Violin Number 2....yang dah hampir lapan kali diulang main.Dah tak tahan...Dash memandang wajah Lee yang masih tenang tak berkocak di sebelahnya dengan hujung mata.Kemudian menjeling jam di atas pintu entrance.Hampir menjejak tengah malam.Mozart punya Violin Concerto in D Movement No.3 nasib baik dah settle,itu pun lepas dah nak dekat 88 kali replay.Payah betul nak perform depan Yang DiPertuan Agong nie...

 

          "OK...good..good.." Cikgu Yusman tepuk tangan. "Okay,it's a wrap."

 

          "Yyyeesss!!" Hampir dilambung je violin ngan bow di tangan ke udara.Kemudian baru terperasan Cikgu Yusman,Cikgu Hashim dan Cikgu Khairil yang merenungnya dengan muka blank.Muka Lee pulak tak boleh tertafsir riak.Err..hehe..Dash menelan liur.

 

          "Dia ngantuk." Lee yang menutur. "Penat dan lapar." Tanpa perasaan dia menambah.

 

          "Laa...patut la muka tengah practice macam sawi jeruk." Cikgu Hashim yang dah bangun menggeleng. "Jom,lapar kan?Nak makan?"

 

          *

 

          "Will it kill you to smile?"

 

          Lee berpaling.Keningnya sedikit terangkat dengan soalan tak tersangka itu.Dash merenungnya kembali dengan Non-Stop yang separuh jalan dibawa ke bibir.Lee menarik senyum dalam hati.Muka innocent naive pulak bila tengok Dania yang macam nie. "Will it kill you to smile?" Riak wajah Lee datar tak berubah.

 

          Dash buat muka. "I do smile!"

 

          "No you don't." Lee senyum sumbing.

 

          "Do!"

 

          "Do not."

 

          "Do!"

         

          "Susahnya nak percaya budak nie kakak sulung." Lee menggumam rendah sambil menggeleng.Slurpee di tangan digoncang-goncang sambil merenung dada jalan yang masih tak sunyi. "Manja."

 

          "I am not manja!" Bahu Lee ditolak dengan tangan yang memegang sudu aiskrim. "That's an offense!"

 

          "That is an offense." Lee menggeleng.Budak nie memang la action pakai kaki tangan. "Tell you what,Dania.Kalau kat sini,you tak boleh pegang-pegang anak orang sesuka hati,OK?"

 

          "Bila masa pulak saya manhandle orang?" Dash muka blur.

 

          Alahai la Minah Salleh celup sorang nie...Lee menggaru pelipis. 'Manhandle tu satu.What I mean here is physical contact.Touching..bla..bla..Kalau between a guy and a girl,it's not allowed in Islam,got it?" Lee merenung Dash meminta kepastian sama ada faham atau tak.

 

          Dash merenung jalan dengan dahi berkerut."So what I did just now tu kira dosa?"

 

          "Inappropriate."

 

          "Tu." Dash muncung ke arah sidewalk. "Diorang tu?" Dia berpaling memandang Lee. "Diorang Muslims kan?" Muka confuse.

 

          Lee turut mengalih pandang pada pasangan yang berjalan berpimpin tangan di hadapan mereka tadi. "Tak semua orang practice the religion."

 

          "Oh." Dash mengangguk.Hmm...macam aku?Terdiam dia memikir sejenak.

 

          Lee mengalih pandang pada gerai som tam di belakang mereka.Sakan cikgu-cikgu supper.Bahana si Dash nie lapar,Cikgu Nizam hangkut je diorang sekali pergi deretan gerai seberang jalan dari Grand Continental Hotel tu untuk supper.Tapi takkan nak join semeja dengan cikgu-cikgu,kot karang nyibuk hal orang tua-tua nak bercakap.The only option,lepak atas tembok depan Seven Eleven sambil tunggu cikgu-cikgu habis makan.Si Dash dah tiga kali ulang-alik masuk Seven-E.Memang la budak nie lapar betul.Tapi makan gerai tak nak.

 

          "You've problems dengan orang yang free-hair?" Tiba-tiba Dash berpaling ke arahnya.

 

          Wajah yang sincere menanti jawapan itu direnungnya. "No." Straw Slurpee dibawa ke bibir dengan pandangan kembali ditala ke jalan. "Tapi kan lagi manis kalau pakai tudung.Lagi decent." Macam hari tu,masa Clash of The Bands.Ditahan ayat terakhir tu di dalam hati.

 

          Kepala Dash condong ke kiri memikir.Kemudian mengangguk. "Okie.."

 

          "Why don't you try." Off-handed Lee menutur.Bekas Slurpee diletak di sebelah.Tangan kemudian mencapai bungkusan benjo gerai belakang.

 

          Dash mencebik pada jalan. "Nanti mesti kena gelak." Macam dulu tu.Itu pun orang keliling dah bising sok-sek-sok-sek.Persekitaran tak membina langsung!

 

          "Belum cuba belum tau."

 

          "Nanti dulu la." Bekas Non-Stop yang dah kosong dibuat alley-oop ke arah tong sampah.

 


Posted at 10:51 pm by hlovate

miss merc
December 5, 2009   03:58 AM PST
 
aku teringin nak main violin!!!
sdare ko
December 4, 2008   11:11 PM PST
 
t'ingin nk men gitar..
klu stkt petik tu salu r,tp nk men the whole song lagu pnye..
aarrgghh!
dgki ngan dash!
naim_syah
November 28, 2008   06:37 AM PST
 
tabik sawan la...!
ice_lemon_shy
March 24, 2008   01:38 AM PDT
 
best of luck
sodium
October 31, 2006   06:59 PM PST
 
miss msia so much, esp 7e at acacia..=(
ailisa
March 27, 2006   08:17 PM PST
 
dah lama jd silent reader kat sini....bila rindu kat msia...jengukla page nie...teringat jugak zaman sek dulu....tak sabar tunggu holvate sambung.....
appollo
March 6, 2006   06:38 AM PST
 
Bila nak sambung lagi ni??????
x sabar nak tahu seterusnyerrr
mashI
March 5, 2006   05:56 PM PST
 
...smbg la lg....=p
Name
March 2, 2006   12:36 AM PST
 
dash dah baik ngan lee ;)
appollo
February 27, 2006   11:17 PM PST
 
appollo kat negara mana ni @ 02/27/2006 11.10pm ni? Kat malaysia dah kul 3.20pm 02/28/2006 (office hour)
apppllo
February 27, 2006   11:10 PM PST
 
sreeeeeeeeeeeeeeetttttt......
waaa cayalah hlovate, nasib baik buka part 8 pastu next entry, kalau tak mmg tak tahu anthem ada sambung. teruja nak tahu babak seterusnya nie....
dah boring teramat bukak la citer2 yg khatam entah berapa kali dah....
noname
February 27, 2006   02:33 AM PST
 
yela...who's josh, hlovate?
dandee
February 26, 2006   10:11 PM PST
 
sapa josh?
finalan
February 26, 2006   09:27 PM PST
 
entah kenapa akak telah me'link'kan "revamped" ngan "vampire"..heheh..

apakah maksudnya revamped itu?

*cool pompuan boleh main gitar~aku jeles*
jaja
February 26, 2006   07:59 PM PST
 
huhu... lawok aa dash.. tp die da baik dgn lee.. shelelelelee... suke2.....pastu wat aa die gado lak dgn sorg awek agar2 tuh.. after performance.. pastu lee menangkan die.. hihihi pastu hihihi.. pastu..holvate pon suh aku wat citer sendiri
hlovate
February 26, 2006   01:55 AM PST
 
rindu kat tash,my ol friend.my inspiration to write this cerita setahun lapas =)
she sang lagu nie-the revamped version dlm kelas masa kitorang form4.ahaha
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry