Matahari makin condong.
Sunset.Teringat India.Teringat Delhi.Rindu mama and ayah.Even Hakim. Dulu...Lepak di porch depan rumah dengan Javeed,Diana,Craig dan Zoe melihat sunset.Sunset di Chanakyapuri cantik.Sangat cantik.Seluruh alam macam disimbah golden syrup.Craig ketawa masa dia cakap macam tu.
"What a line,Dan."Anak muda dari Brazil itu menjulingkan mata. "Golden syrup?Aww..Girls!"
Dan mungkin menyanyi Sunset-Powderfingers sambil melihat matahari terbenam.
Cantiknya Chanakyapuri juga sebab ia seolah satu dunia mini.Pusat bagi kebanyakan embassy dan consulate dari merata dunia.Kawan-kawan di AES dari seluruh pelusuk alam.Fun!Girls can play soccer,no yelling band trainer and coach from hell,no people to give you the look when you're all gothic or whatever ugh...Mama..ayah..kenapa kakak mesti belajar kat sini?Hujung mata terasa basah tanpa sedar.
"Dania?" Terdengar Lee menegur perlahan.
Dan sekarang I'm stuck kat sini watching sunset dengan Hitler!!
"I think you're done." Arahan,bukan pernyataan.Lee bangun. "Ambil instrument,masuk baris.Minta maaf dengan Sarjan Hamid habis practice nanti.Jangan lupa."
Oh yeah..so much of sunset watching.Tapi on the bright side,tak payah lari!